Mengawetkan Daun Pandan

Saya sangat menyukai aroma pandan, untuk makanan gurih dan manis. Di pasar tradisional pandan dijual per ikat, harganya terjangkau, 2 ribu rupiah saja seikat. Berisi sekitar 10-15 helai pandan ukuran sedang. Masalahnya, seringkali kan kita pakai pandan hanya 2-3 helai saja sekali masak. Bagaimana dengan sisanya? Bisa sih disimpan di kulkas, tapi hanya bertahan sekitar 2 minggu. Setelah itu akan kering atau membusuk. 

Jika tinggal di daerah dimana mudah ditemukan pandan, tidaklah menjadi masalah karena bisa dengan mudah membeli lagi di pasar atau warung. Bagaimana dengan yang tinggal di luar negeri? Seikat pandan segar bisa dihargai sangat mahal. Tentu saja kita tidak ingin menyia-nyiakan pandan yang berharga tersebut. Nah, pertanyaannya bagaimana cara mengawetkan pandan supaya tahan lama?

Ada dua cara:
1. Membuat endapan pandan
2. Mengawetkan daun pandan.

Cara pertama, membuat endapan pandan ini mudah saja. Tinggal jus daun pandan dengan air secukupnya, saringc lalu biarkan mengendap. Buang air beningnya, lalu bagi-bagi endapannya ke dalam plastik seal kecil-kecil, dan simpan di freezer. Jika diperlukan, endapan tinggal dicairkan dan nikmat untuk membuat kue atau dessert manis lainnya.

Saya mau buat kolak atau nasi kuning, masa pakai endapan pandan? Tenang saja, ada cara kedua kok. Endapan pandan memang lebih cocok untuk makanan manis. Cara kedua mengawetkan daun pandan adalah dengan membekukannya. Caranya sebagai berikut:

1. Cuci bersih pandan, potong per helai, lalu angin-anginkan di atas serbet hingga airnya hilang.
2. Simpan di dalam plastik kedap udara/toples, lalu bekukan di freezer.
3. Jika ingin dipakai tinggal ambil secukupnya. Harumnya masih kuat kok, meskipun tidak sekuat yang masih segar. Oh ya, ini pandan beku serbaguna saya.


Selamat mencoba!


Comments