Bubur Polos

Mulanya, hubby suka banget nganterin saya ke pasar pagi-pagi. Saya sibuk belanja keperluan dapur sedangkan dia sibuk poto-poto (ini waktu awal-awal dia pindah ke Bali, maklum di negaranya tidak ada pasar tradisional seperti di sini). Saat saya ajak pulang karena saya sudah selesai belanjanya, Hubby selalu stop ke penjual bubur ayam yang jualan di depan pasar. Hubby bilang, buburnya bapak itu juara. Juara kenapa saya juga gak ngerti karena dia kalau beli bubur ya bubur polos begitu saja dan tidak pakai apa-apa (no ayam, no kuah, no antek-anteknya). Sampai rumah palingan dia makan buburnya dengan pickle plum atau umeboshi (acar buah plum yang rasanya kecut banget), atau pakai ikan teri asin. That's it! Sayapun iseng nawarin dia bubur buatan saya tapi dia menolak dengan alasan: not worth it, membuatnya lama dan kalau beli di luar harganya hanya 5ribuan. Ya udinlah..

Sampai suatu hari karena hujan, sayapun tidak bisa belanja ke pasar. Iseng-iseng, saya buat bubur. Kalau berhasil ya syukurlah, kalau tidak berhasil ya sudahlah. Dan inilah resep bubur ala saya:
Bahan:
- 100 gram beras
- 500 ml air
- 1 lbr daun salam
- 1 buah kaldu blok (kalau tidak ada bisa pakai royco kaldu ayam 1/2 sdt)

Cara membuat:
Masukkan semua bahan jadi satu. Aduk sesekali hingga matang.

Cooking tip:
- Selalu tunggui bubur sambil sekali-kali diaduk karena di titik tertentu bubur berbuih dan meluap.



- Pakai daun salam yang masih segar karena bisa mempengaruhi aromanya




Hasilnya? Hubby surprise dan sejak itu dia selalu minta dibuatkan bubur untuk sarapan.
Hubby bilang, buburnya abang-abang di pasar itu runner up. Bubur saya juaranya. Hehehehe...


Bagi yang suka berkreasi, bubur polos ini bisa divariasikan toppingnya misalnya dengan abon sapi, ayam suir, cakue, kacang goreng, kerupuk dan antek-anteknya.

Comments