Chicken Cordon Bleu

Ceritanya, saya pamerin beberapa 'hasil karya dapur' saya ke seorang teman yang hobby banget masak-memasak di kantor. Namanya Satria, cowok, 27 tahun, masih singel (apaan seh...) yang katanya lulusan food and beverages division. Saya kurang tahu latar belakang dia sebenarnya namun yang saya tahu dia sekarang nyemplung di hotel, kerja bareng saya sebagai concierge. Kalau gak tahu concierge itu apa, intip deh blog saya yang lain di Annaswan-The hotelier.

Ekspektasi saya, teman saya bakalan suprise karena finally saya bisa masak juga (karena dulunya bisanya cuma bikin telor ceplok sama mi instant doang), eh.. saya malah ditantang.
"Ah, itu sih kecil..!" katanya sembari menjentikkan jari.
"Coba bikin Chicken Cordon Bleu. Kalau berhasil, baru aku akui kamu bisa masak."

Chicken cordon bleu? Mmmm... nyummy. Saya sih suka. Suka banget, malah. Tapi masaknya? Yang terbayang pertama kali adalah daging ayam berbalut tepung yang digoreng dengan keju yang meleleh-leleh ketika dipotong. Saya langsung jiper. Bisa gak ya?

Sayapun langsung googling beberapa resep chicken cordon bleu. Tentunya, dengan langkah yang paling gampang. Namun, dengan sedikit improvisasi, sayapun merumuskan (bahasanya...!) chicken cordon bleu ala Anna Swan's kitchen.

Dan mari siapkan bahannya.
Bahan untuk chicken cordon bleu:
- 2 Potong dada ayam, tanpa kulit, tanpa tulang
- Smoked beef 2 lembar
- Keju mozzarella (bisa diganti dengan keju quick melt)
- keju Cheddar
- Tepung terigu secukupnya
- 1 Butir telur, kocok lepas
- Tepung roti
- Minyak goreng
- Mustard, garam dan merica bubuk

Bahan pelengkap:
- Brokoli, potong per kuntum
- Wortel, potong korek api.
- Kentang goreng
- Mayones/ Saos cabe/ saos tomat

Cara masaknya:
- Fillet dada ayam membujur, usahakan tebalnya sama sehingga matangnya bagus saat digoreng nantinya. Pukul- pukul dengan palu daging (apa sih alat itu namanya? pokoknya yang buat pukul-pukul daging itu loh). Ini fungsinya supaya daging ayam lebih empuk. Kalau gak punnya palu, tekan-tekan sedikit dengan badan pisau.
- Lumuri dada ayam dengan mustard, garam dan merica. Dikira-kira saja. Jangan terlalu banyak. kalau kebanyakan garam nanti keasinan, dikira ngebet minta kawin lagi (ngaco!). Oke, tarok dulu di chiller sekitar 30 menitan, sembari kita siapkan pelengkapnya.
-Blanch (rebus sebentar) wortel dan brokoli, perciki sedikit garam. Oh ya, merebusnya usahakan terpisah ya, supaya rasa dan warnanya tidak terkontaminasi. Tambahan garam ini funggsinya untuk membuat warna sayuran menjadi cerah dan menyala, bukan untuk perasa supaya brokoli kamu ada asin-asinya loh ya...
-Now, time to cook the main dish! Jadi, dada ayam yang sudah dibumbui tadi ditata di atas cutting board (bahasa kerennya talenan), trus susun smocked beef di atasnya. Lalu, tata keju mozarella di atasnya, dan taburi dengan keju cheddar parut. (Keju mozzarella ini sedikit agak asin, jadi penggunaannya jangan terlalu banyak. Selain itu jika dipanaskan, keju akan meleleh, untuk itulah saya juga menggunakan keju cheddar untuk mengimbangi supaya jangan terlalu encer dan supaya tidak terlalu asin).
- Gulung ayam pelan-pelan, tusuk pakai tusuk gigi supaya roll tidak lepas.
Pas lagi asyik tusuk menusuk ini, hubby saya tiba-tiba nongol di dapur. Sayapun refleks menyembunyikan ayam saya, karena bentuknya sungguh amat sangat tidak karuan (tusuk giginya mecuat di sana sini). Bandel banget si yak, dibilangin suruh nunggu sambil nonton tipi, eh, malah ngintip-ngintip di dapur!
- Next, gulingkan ayam ke telur, lalu tepung terigu, telur lagi, dan terakhir tepung roti. But wait! Tepung terigu saya mana? Ah, saya lupa! Dodolnya...! Sayapun panik. Ini persiapan sudah 3/4 jalan, tapi lagi-lagi saya lupa bahan! Sayapun memberanikan diri cuma mencelupkan ayam ke kocokan telur lalu saya gulingkan di tepung roti banyak-banyak berharap ayam saya tidak botak saat digoreng. (Pliis, kalau bisa siapin tepung terigunya supaya hasilnya maksimal, jangan mengulang kedodolan seperti yang sudah saya lakukan).
-Finally, goreng ayamnya sampai kuning kecoklatan.
- Dasarnya saya parno kalau ayamnya kurang matang, saya masukin ayam yang sudah digoreng tadi ke microweave sekitar 3 menitan.

Penyelesaian:
- Tata brokoli, wortel, dan kentang goreng ke dalam piring saji.
- Taruh ayamnya, boleh dibiarkan utuh, boleh dipotong. Selanjutnya bisa dihias dengan saus tomat, atau saus kreasi anda sendiri. Dalam kasus saya, karena saya payah dalam hal platting, supaya aman saya tarok aja saosnya di wadah tempat saos ^_^

Dan beginilah penampakan chicken cordon bleu saya...



Hasilnya ayam saya agak botak karena kelupaan terigunya. But it tasted great! Saya puas dengan hasilnya. Not so bad... hubby saya suprise saya bisa bikin beginian, meskipun endingnya dia nemu tusuk gigi masih ngumpet somewhere di ayamnya. Ooooppsss!

Sstria? Dia sih sepertinya belum puas menguji saya, makanya dia nantangin saya buat bikin chicken  Parmigiana. Mmmm.. next time lah ya..

Seperti biasa, para pakar kuliner dilarang ketawa apalagi komentar yang bukan-bukan. 

Comments